Main Menu
Home
News
About Us
Program Kerja
IATCA Histories
Contact Us
Guest Book
Gallery
Search
Links
News Feeds
Google Adsense Search
Latest Message: 4 weeks, 1 day ago
  • fitrisartika : salam kenal «link»
  • fitrisartika : Smile
  • yayat : viva Inter!!  Smile
  • yayat : selamat pagi bos Fauzi.. happy surfing di situs aye!  Smile
  • yayat : MU still keep the Trophy!!
  • yayat : good morning angel  grin
  • pabu : rakernas ntar bawa apa aja y.
  • yayat : eh pak demang nongol lagih  razz
  • demang : wes jan uedaaan tenan ra kathok an.... hidup liverpool!!!!!!!!!!!
  • yayat : Welcome aboard mas Fuad
Please Login to shout..
Chat
Who's Online
We have 11 guests and 1 member online
  • CaneiffidinnA
No new users as of today.
We have 724 registered members.
Home arrow News arrow Funiest arrow Pake Jilbab
Pake Jilbab
Written by Administrator   
Saturday, 21 February 2009
Ada seorang teman saya, suatu hari terpanggil untuk memakai jilbab.
Karena hatinya sudah tetap, dia pun pergi ke toko muslim untuk membeli jilbab.
Setelah membeli beberapa pakaian muslim lengkap bersama jilbab dengan berbagai model (maklum teman saya itu stylish sekali),
dia pun pulang ke rumah dengan hati suka cita.
 
Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya.
Ketika dia keluar dari kamarnya, bapak dan ibunya langsung menjerit.
Mereka murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.
 
Anak itu tentu merasa terpukul sekali… bayangkan, Ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab.
Si anak mencoba berpegang teguh pada keputusannya akan tetapi ayah ibunya mengancam
akan memutuskan hubungan orang-tua dan anak bila ia bersikeras.
 
Dia tidak akan diakui anak selamanya bila tetap mau menggunakan jilbab.
Anak itu meraung-raung sejadi-jadinya. Dia merasa menjadi anak yang malang sekali nasibnya.
 
Tidak berputus asa, dia meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya.
Apa lacur, sang guru pun menolak.
Dia mencoba lagi berbicara dengan ustadz dekat rumahnya untuk membujuk orang tuanya agar diizinkan memakai jilbab.
Hasilnya? Nol besar! Sang ustad juga menolak mentah-mentah.
 
Belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu.
Dia merasa betul-betul sendirian di dunia ini.
Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab.
 
Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan truf terakhir.
Dia berkata pada orangtuanya, “Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini.
Kalau tidak diizinkan juga saya akan bunuh diri.”
 
Sejenak suasana menjadi hening.
Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu.
 
Akhirnya sambil menghela napas panjang, si ayah berkata dengan lirih :
“Bambang, kalo kamu cewek terserah deh…
Lha kamu itu laki-laki koq mau pake jilbab?!
Apa kata tetangga nanti?”

Serius amat c mbacanya Laughing
Comments
Only registered users can write comments!
demang_Joyokusumo  - aaarrrggghhhh.....   |Author |2009-03-03 08:40:24


setaaan lu Mat.. gw dah serious2 baca nya....

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
IATCA Clock
ATCer Banjarmasin
bagong.jpg

Gunakan Mozilla Firefox untuk tampilan terbaik situs kami

Firefox

Klik image to Download

Sponsored Links

Designed by:
SiteGround web hosting >>Yatsatc©2008