| Main Menu | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
| Google Adsense Search |
|---|
|
|
|
Latest Message: 4 weeks, 1 day ago
|
| Chat |
|---|
| Who's Online |
|---|
We have 12 guests and 1 member online
|
|
No new users as of today. We have 724 registered members. |
|
|
| KEPEDULIAN MA'S dan PERKEMBANGAN ORGANISASI IATCA |
| Written by ahmad izazi | |||||
| Tuesday, 04 November 2008 | |||||
KEPEDULIAN MA’s dan PERKEMBANGAN ORGANISASI IATCA Perlahan tapi pasti, hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan, disadari atau tidak bulan November telah menanti untuk kemudian sang Desember siap menerima estafet dan berlari mencapai garis finis mengakhiri tahun 2008. Adakah sesuatu yang berarti bagi kita, khususnya MA’s IATCA menghadapi tahun 2009 mendatang ? yup..tentu dan pastinya ada, rasanya baru kemarin kita bermusyawarah bersama di Balikpapan untukmenentukan Ketua Umum IATCA, tahun depan kita sudah harus bersiap diri lagi menghadapi Munas IV, suksesi kepemimpinan organisasi tentunya akan berganti, pedulikah MA’s akan hal ini untuk nantinya berpengaruh terhadap perkembangan organisasi ? banyak yang peduli, tidak sedikit pula yang bergeming. Ketika kita berbicara organisasi tentunya kita akan berbicara tentang MA’s, pengurus DPP, pengurus DPC, Korwil, Dewan Kehormatan Profesi bahkan unit yang dibentuk oleh DPP semisal Standing Committee beserta aturan-aturan main dalam menjalankan organisasi agar tetap exist dan mempunyai nilai tambah dalam dunia penerbangan nasional, regional maupun internasional.
Setelah Munas III saya mencatat ada tiga kegiatan yang penting yang telah dilakukan oleh DPP IATCA, mulai dari Rapim di Cimacan tahun 2007 yang saat itu kita ingin melihat mau kearah mana perjuangan kita dalam kaitannya dengan pembentukan ANSP, berbentuk BLU ataukah BUMN, kemudian dilanjutkan dengan Rakernas I tahun 2008, murni kegiatan yang kita lakukan disini adalah pembenahan intern organisasi tanpa sedikitpun menyinggung tentang ANSP dan terakhir yang masih hangat dalam ingatan kita adalah konferensi pers tentang pernyataan sikap dari organisasi kita menyangkut bentuk ANSP nantinya.
Sampai dengan Munas III di Balikpapan bentuk organisasi profesi IATCA sedikit demi sedikit sudah mulai dikenal dan memperkenalkan diri. Pada tahun-tahun pertama berdirinya organisasi ini dapat dikatakan bahwa kita sedang mencari jati diri, kesamaan visi dan misi, menyatukan persepsi dan menentukan arah tujuan organisasi. Belum banyak diantara kita sendiri yang mengenal dan menjadi anggota IATCA. Kalaupun terdengar nama tersebut hanya di bandara-bandara besar atau cabang-cabang yang mempunyai anggota yang banyak. Saat munas III tersebut tercatat 33 cabang yang mengikutinya. Namun saya melihat masih ada peserta yang datang seolah menjadikan moment pertemuan akbar ini sekedar nostalgia dengan teman seangkatan ketika di Curug dahulu, temu kangen untuk sekedar melepas rindu atau memanfaatkan jatah karena tidak pernah mengikuti kegiatan IATCA sebelumnya, padahal agenda acara munas tidaklah sedikit yang memerlukan sumbang saran dan ide serta pemikiran dari semua MA’s yang hadir.
Tugas punggawa DPP tidaklah ringan untuk mewujudkan itu semua, sementara kita sendiri tahu dan sadar bahwa hampir semua pengurus baik DPP, Korwil maupun DPC adalah active Controller yang tidak hanya mencurahkan perhatian pada organisasi ini namun harus dibagi waktunya untuk pekerjaan dan terutama untuk keluarga tercinta.
Saat ini sudah semestinya semua MA’s memikirkan pembagian tugas untuk meringankan pekerjaan besar tersebut. Apa yang saya kemukakan disini tidak untuk mendiskreditkan atau memojokan satu, dua atau banyak orang namun ini adalah permasalahan bersama yang harus kita pecahkan bersama untuk nantinya kita nikmati bersama. Sebagai suatu organisasi saya melihat kita belum tertib administrasi dan tertib organisasi. Beberapa kekurangan yang saya lihat untuk nantinya kita cari dan pikirkan bersama jalan keluarnya yang terbaik adalah
I. KORWIL
Pada Munas II tahun 2003 peserta sudah merekomendasikan untuk dibuat Korwil, institusi ini nantinya merupakan bagian dari DPP yang akan membantu beban kerja DPP, namun kenyataannya tidaklah seperti apa yang diinginkan, kendala yang ada yaitu belum adanya job description, juklak maupun juknis yang jelas tentang Korwil ini. Andaikata institusi ini diberdayakan maka hal-hal kecil tidak harus dibahas oleh DPP. DPP cukup konsentrasi pada tujuan utama atau agenda kerja yang telah diamanahkan pada Munas. Jika rencana ini berjalan tentunya diwaktu yang akan datang sebelum diadakan Rakernas, Korwil tersebut bisa mengadakan Rakorwil atau Rakerwil agar permasalahan yang harus dicari solusinya lebih mengerucut karena telah terseleksi lewat Rakorwil atau Rakerwil tersebut. Bisa kita bayangkan jika 33 cabang yang ada membawa satu saja permasalahan pada Rakernas maka waktu yang ada tidaklah cukup untuk menyelesaikannya
II. IDENTITAS ORGANISASI
1. Uniform Kecuali ID Card IATCA, tidak satupun yang memberikan penjelasan secara visual bahwa kita adalah MA’s IATCA. Tentunya akan ada perasaan bangga dan perasaan memiliki yang nantinya memunculkan perasaan mencintai jika kita mempunyai satu UNIFORM yang sama. Ketika kita tampil diluar akan jelas identitas organisasi kita, bahkan supporter sepakbola antarkampung saja memiliki uniform yang sama ketika mereka menyaksikan dan mendukung teamnya, semua untuk menunjukan kecintaan dan menunjukan “ inilah kami “. Kalaupun saat ini ada beberapa DPC yang mempunyai uniform tetaplah dipertahankan sebagai dress code cabang tersebut.
2. Stempel Organisasi Stempel sebagai legitimasi organisasi saat ini bentuknya tidak sama masing-masing DPC, masing-masing DPC mempunyai format, bentuk tulisan dan ukuran yang berbeda-beda, yang menunjukan kesamaan hanya lambang IATCA. Bentuk mana yang benar semua belum jelas
3. Tata Naskah Belum ada Juklak maupun Juknis atau PO yang mengatur tentang hal ini, baik dari ukuran kertas, Font jenis maupun ukurannya, dan lain sebagainya. Komisi A pada Munas III di balikpapan telah membahas soal ini, namun belum ada keputusan organisasi untuk menyeragamkannya.
III. EXISTENSI ORGANISASI
Semangat pada Munas III yang telah berusaha untuk memperkenalkan diri dan dikenal pihak luar tidak boleh lagi luntur dari MA’s IATCA sendiri, jangan nantinya organisasi yang kita cintai ini hanya menjadi organisasi papan nama.
1. Pendataan Anggota Jumlah anggota akan menentukan hak suara pada event tertentu terutama Munas. Kita ketahui MA’s IATCA terdiri dari ;
- Active Controller - Non Active Controller yang berada di Bandara - Non Active Controller yang berada di Institusi lain - Non Active Controller yang memasuki masa purnabakti
Berada di bawah DPC manakah yang termasuk Non Active Controller tersebut, apakah sudah terdaftar pada DPC terdekat ?
2. Administrasi Surat menyurat sangatlah penting, apalagi ketika menyangkut legitimasi dan berkekuatan hukum, maupun hal lainnya yang menyatakan suatu legalitas yang kuat dari DPP. Apalagi dalam hal penetapan Pengurus DPC, komite, team kerja atau yang lainnya. Sehingga anggota yang terpilih dalam kepengurusan dapat menjalankan kewajibannya dengan rasa aman dan justifikasi yang jelas.
Mutasi anggota antar DPC, khususnya bagi MA’s yang menduduki jabatan struktural baik di lingkungan AP I, AP II maupun bandara UPT. Sudahkah kita yang berada di kepengurusan DPC memberikan surat keterangan mutasi dari DPC asal yang tembusannya diketahui oleh Korwil dan DPP ?. agar ketika anggota tersebut pindah maka sebagai MA’s IATCA mereka akan mencari induk organisasi ditempat yang baru untuk melaporkan status keanggotaannya. Kaitannya adalah existensi DPC IATCA akan dihormati karena dia harus melaporkan diri dan berkaitan dengan iuran anggota, jangan sampai ditempat yang lama tidak ditarik lagi (karena sudah bukan anggota) sementara ditempat yang baru pengurus tidak berani menarik iuran (karena belum terdaftar sebagai anggota). Hal ini juga akan berpengaruh terhadap kuota jumlah suara pada saat Munas, karena nantinya DPP tidak mempunyai rekaman yang jelas tentang jumlah anggota suatu DPC.
3. Iuran Anggota Permasalahan klasik bagi organisasi kita ini. Ada DPC yang rajin membayar iuran anggota, ada yang pura-pura lupa, ada yang lupa bahkan ada yang tidak mau membayar iuran dengan seribu satu macam alasan untuk pembenaran dan pembelaan dirinya. Padahal kita tahu sebagai MA’s salah satu kewajibannya adalah membayar iuran anggota yang sudah tertuang dalam AD/ART
Seharusnya siapapun yang mengaku dan memiliki ID Card (MA’s IATCA) harus membayar iuran pada cabang dimana namanya telah terdaftar, karena mempunyai kewajiban dan hak yang sama. Jangan hanya ketika meminta bantuan pengurusan tiket FOC saja mengaku MA’s IATCA. Namun harus juga diakui dan tidak bisa dipungkiri bahwa DPP pun tidak pernah memberikan laporan keuangan pada MA’s secara teratur baik berupa surat, fax maupun email. Tidak perlu auditable tapi cukuplah untuk mengetahui seberapa besar dana yang dimiliki oleh organisasi kita. Karena tanpa dana yang kuat rencana sebagus apapun hanya akan terlihat bagus diatas kertas saja.
Bagi MA’s/DPC yang belum membayar atau lupa membayar iuran masih bisa diingatkan namun bagi MA’s/DPC yang tidak mau membayar apapun alasannya, siapapun orangnya maka shock therapy harus diberikan, DPC/DPP harus berani mengambil sikap tegas, existensi organisasi harus diperlihatkan, kepentingan organisasi harus diatas segalanya.
4. Media Penghubung Luasnya wilayah kerja organisasi kita dimana jumlah DPC nya hampir sama dengan jumlah provinsi di Negara kita membuat distribusi penyampaian berita sangat minim kalau tidak mau dibilang lambat dan tidak ada sama sekali, kalaupun ada itu karena personal approach dengan pengurus DPP.
Website DPP yang tidak pernah di update (kabar terakhir sedang dikerjakan pembuatan yang baru), MA’s berharap website inilah yang menjadi media penghubung dan sumber informasi untuk mengetahui perkembangan dan perjuangan organisasi kita dari jauh. Beberapa cabang sudah mempunyai website atau blog sendiri, walaupun semangat pertamanya masih bersifat primordial namun ini adalah modal bagi kita semua untuk lebih memikirkan perkembangan website DPP
Untuk membantu DPP IATCA, sebaiknya setiap cabang dapat mengirimkan email account yang resmi atau no fax yang bisa dapat dihubungi sehingga ketika DPP ingin menyampaikan suatu informasi atau berita dapat langsung mengakses pada alamat email atau nomor fax yang diberikan, perlu diketahui walaupun kita telah memiliki media milis namun tidak semua MA’s IATCA telah terdaftar pada milis tersebut
IV. RENCANA KERJA ORGANISASI
Kontrak kerja DPP untuk menjalankan organisasi ini tentunya telah tertuang pada hasil keputusan dan rekomendasi Munas III, sampai sejauh ini bukannya tidak ada tindakan atau kegiatan yang telah dilakukan DPP selain 3 kegiatan yang telah saya sebutkan di atas, namun karena minimnya informasi yang masuk ke DPC membuat DPC hanya terlihat wait and see dan hanya menjalankan Rencana Kerja Cabang saja (itupun kalau cabangnya punya rencana kegiatan)
Masterpiece tujuan organisasi kita adalah terbentuknya ANSP sesuai yang diinginkan oleh semua MA’s, jalan kearah sana tidaklah mudah, banyak factor yang bisa membuat keadaan cepat berubah. Banyak institusi lain yang mencoba menghalangi. Sayangnya organisasi kita tidak mempunyai rencana kerja yang bisa menimbulkan rasa simpati yang dilakukan bersama-sama atau secara serentak oleh dan di semua DPC. Seperti yang dikatakan dalam AD/ART bahwa hubungan DPP dan DPC adalah “Mitra Kerja”, apakah hal ini membuat organisasi tidak berjalan seperti yang diinginkan, mari kita berpikir bersama apakah masih harus kita pertahankan “Mitra Kerja” ataukah harus dirubah menjadi “Garis Komando”
Seperti dikatakan di awal tidak ada maksud untuk mendiskreditkan atau memojokan satu, dua atau banyak orang. Apa yang saya utarakan adalah persoalan-persoalan yang sebenarnya sudah kita ketahui yang harus kita cari solusinya bersama-sama.
Mari kita berpikir realis dan rasionalis, tujuan utama yang sangat mulia tadi, Masterpiece organisasi harus tetap berjalan, namun jangan meremehkan hal-hal kecil yang telah diutarakan diatas. Jangan sampai kita kehilangan jati diri, tidak mempunyai identitas yang jelas, tidak ada kebanggaan dan kecintaan terhadap organisasi ini. Jangan lagi ada dikotomi ATC Angkasa pura dan ATC UPT dan terutama jangan hanya halaman depan yang dikejar untuk terlihat cantik sementara halaman belakangnya tidak terurus dan kotor. Mari kita renungkan kembali, sudah benarkah jalan kita para MA’s/DPC untuk memberikan dukungan pada DPP, sudah sesuaikah langkah DPP terhadap keinginan DPC
Mari kita rapatkan lagi barisan, saling isi kekurangan yang terjadi, berbagi informasi dan pengetahuan, koreksi hal yang keliru dan berlebihan serta hilangkan ego diri. Obsesi saya terhadap organisasi tercinta ini adalah semoga kita bisa menjadi organisasi yang diakui keberadaannya, tidak dipandang sebelah mata dan diharapkan masukan serta usulannya ketika pemerintah ingin membuat suatu kebijakan atau keputusan dalam dunia penerbangan. Menghadapi Munas mendatang mari kita persiapkan diri, banyak pekerjaan rumah yang masih tertinggal, AD/ART yang belum sempurna, Peraturan Organisasi (PO) yang masih menumpuk untuk dibahas, Rencana Kerja Organisasi kedepan dan masih banyak lagi serta terutama kirimkan anggota terbaik kita untuk mengikuti Munas bukan memilih siapa anggota yang belum pernah mengikuti kegiatan IATCA. Alangkah indah dan nikmatnya ketika apa yang diinginkan tercapai hal tersebut bukan merupakan perjuangan satu-dua orang saja, namun semua menyadari, mengakui dan merasakan bahwa itu semua adalah hasil perjuangan dan kerja keras kita bersama sebagai Members Association INDONESIA AIR TRAFFIC CONTROLLERS ASSOCIATION
BRAVO..BRAVO IATCA, LET’S DO IT Jazzy giggs (ahmad izazi) – ID. 30.00.0003001 d’real red devils
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.22
3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||
| < Prev | Next > |
|---|
| IATCA Clock | |
|---|---|
|
|
| ATCer Banjarmasin |
|---|
![]() |
|
Gunakan Mozilla Firefox untuk tampilan terbaik situs kami Klik image to Download |
| Sponsored Links |
|---|
|
|